Bahasa Gaul Remaja Milenial di Twitter: Tren, Makna, dan Tantangan bagi Bahasa Indonesia

Main Article Content

Nomi Agustina Simorangkir
Elza L. L Saragih
Cynthia Aritonang
Oktavia Dewita Marbun

Abstract

The phenomenon of slang use among millennial teenagers on Twitter is interesting to study because it affects communication patterns and sensitivity to good and correct Indonesian language. This study aims to describe the form, meaning, and impact of slang use on millennial teenagers on social media. The research was conducted using descriptive qualitative approach through content analysis method. Data were collected using listening, note-taking, and screen capture techniques on tweets containing popular slang words, abbreviations, or acronyms. The results showed that teenagers use acronyms such as otw, baper, and bucin as a symbol of familiarity and group identity. However, the excessive use of slang has an impact on the decline in the ability to compose formal sentences according to Indonesian language rules. This finding indicates the need for language coaching for teenagers to be able to place slang appropriately without reducing formal literacy skills. The implication of this research is expected to be an input for parents, educators, and the government in formulating strategies for developing Indonesian language in the digital era.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Simorangkir, N. A., Saragih, E. L. L., Aritonang, C., & Marbun, O. D. (2025). Bahasa Gaul Remaja Milenial di Twitter: Tren, Makna, dan Tantangan bagi Bahasa Indonesia. Journal of Social Movements, 2(2), 101-112. https://doi.org/10.62491/jsm.v2i2.2025.40

References

Alwasilah, A. Chaedar. 2005. Pokoknya Menulis. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Bachman, 1990.Keragaman Bahasa Dalam Pembelajaran. Bandung: FPBS-UPI

Fitriani, L. (2024). Sensitivitas Tata Bahasa Remaja Pengguna Media Sosial. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(3), 66–75.

Hartman, R.K.K and F.C. Stork. 1972. Dictionary of Language and Linguistics. London: Aplplied Science Publisher Ltd.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Pembinaan Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Keraf, Gorys. 2007. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mulyana, Deddy. 2008. Bahasa Untuk Perguruan Tinggi. Rembang: Yayasan Adhigama.

Moeliono, Anton M. 1988. Bahasa Indonesia dan Pembinaan Bahasa Nasional. Jakarta: Gramedia.

Nugroho, A. (2021). Bahasa Gaul Remaja di Media Sosial: Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 45–54.

Nurhasanah, Nina.2014.Pengaruh Bahasa Gaul terhadap Bahasa Indoonesia. Universitas Esa Unggul Jakarta, Forum ilmiah Vol 11 Nomer 1 Januari 2014

Putra, D. A., & Iskandar, W. (2022). Perilaku Bahasa Remaja di Era Digital. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(1), 33–42.

Rahayu, Arum Putri, 2015. "Menumbuhkan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Pendidikan dan Pengajaran". Dalam Jurnal: Paradigma, Volume 2, Nomor 1, Halaman 1-15.

Rahayu, D., & Pratama, B. (2020). Penggunaan Akronim Bahasa Gaul dan Dampaknya pada Bahasa Baku. Jurnal Pendidikan Bahasa, 14(1), 77–85.

Sarwono, 2004. "Penggunaan Ragam Bahasa Gaul Dikalangan Remaja Dalam http://www.penggunaan-ragam-bahasa-gaul-dikalangan remaja.Diakses pada 15 September 2015.

Samsuri. 1988. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.

Salbiah, Rahma, And Sumardi. 2021. “Bahasa Dan Gender Dalam Film: Athirah (Sebuah Kajian Sosiolinguistik).” Jurnal: Bahasa Dan Sastra Arab 1 (2): 233–34. (Diakses Tanggal 03 Februari 2023).

Suwito. 1985. Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Surakarta: Henary Offset.

Sari, Beta Puspa. 2015. "Dampak Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja Terhadap Bahasa Indonesia". Dalam Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB 2015, halaman 2-5.

Tarigan, Henry Guntur. 1986. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa.

Wati, Usnia, Syamsul Rijal, And Irma Surayya Hanum. 2020. “Variasi Bahasa Pada Mahasiswa Perantau Di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman: Kajian Sosiolinguistik.” Ilmu Budaya, Jurnal: Bahasa, Sastra, Seni Dan Budaya 4 (1): 26.